CERITA SEX 88 | kali ini menyuguhkan cerita sex antara tukang Pijit, Angga dan sepupu angga yang bernama Eka. Kisah ini terjadi dikarenakan Angga yang yang ketika itu sedang melakukan hubungan Sex dirumah, kepergok Eka sepupunya. Karena terpergok oleh Eka, maka Eka mengancam akan mengadukan kepada kakanya. Singkat cerita akhirnya Eka-pun terjerat dalam Segitiga Sex, antara tukang piat,eka dan Angga.
Pada suatu hari, disaat malam hari yang saat itu cuaca dingin sekali,
berada dirumah sendirian. Di rumah yang saya tinggali saat ini dihuni
oleh beberapa orang yaitu, Mas Danu, Mbak Meta, Mila,Anis, dan Eka.
Kebetulan pada saat itu, Mas Danu, Mbak bersama dengan Mila dan Anis
sedang berlibur untuk berwisata disalah satu tempat wisata di kota
Malang .
Sedangkan Eka adik dari Mbak Meta, ketika itu tidur di rumah temannya.
Pada hari itu, tepatnya hari Sabtu dan jam dinding menunjukkan pukul
19.00, aku keluar rumah untuk mencari Pak Kusmin seorang tukang becak
yang biasa mangkal di warung rokok dekat rumah saya. Setelah saya sampai
ke pangkalan Kusmin, saya menghampiri Pak Kusmin dan berucap,
“Pak Kusmin, bisa tolongin saya nggak pak ?? Tolong dong panggilkan Bik
Minah tukang pijat itu, badan saya lagi pada capek banget nih Pak
!!!”ucapku minta tolong kepada Pak Kusmin.
Tidak lama setelah aku minta tolong Pak Kusmin-pun bergegas untuk
menjemput Bik Minah. Kira sekitar Jam 19.30 terdengar pintu rumah saya
diketuk oleh seseorang, kemudian aku-pun bergegas keluar, ternyata
setelah aku mebuka pintu yang datang adalah Pak Kusmin dengan gadis muda
yang lumayan cantik dan berkulit bersih. Pada saat itu aku sempat
terdiam dan memandangi gadis muda itu. Ditengah diam-nya aku,
“Dik Angga Bik Minahnya tidaka ada, dia sedang pulang kampung untuk
beberapa hari, karena Bik Minah pulang kampung, terpaksa anaknya yang
saya bawa. Lagian dia juga bisa miji kog, walaupun nggak sepintar
ibunya” ucap Pak Kusmin dengan cepat sebelum aku tanya dan mengomel
karena tidak sesuai dengan perintahku.
“Ya udah deh Pak nggak papa pak, yaudah langsung masuk aja Mba” ucapku mempersilahkan anak Bik Minah masuk kerumah saya,
Tidak lama kemudian Pak Kusmin-pun pamit,
“ Dek Angga saya balik dulu kepangkalanya dek ” ucap Pak Kusmin.
Beberapa waktu setelah Pak Kusmin pergi, tanpa banyak bicara aku
langsung berjalan menuju kamarku dan anak Bik Minah-pun mengikuti di
belakang saya untuk menuju kamarku juga. Sesampainya Di kamar aku
berbasa-basi dengan bertanya,
“Oh iya Mbak, nama kamu siapa ?” ucapku memecah keheningan.”
“Nama saya Atik Mas” jawabnya dengan singkat.
Setelah aku bertanya kemudian aku membuka baju, sekarang aku-pun
bertelanjang dada. Sudah menjadi kebiasaanku ketika aku pijat dengan Bik
Minah aku hanya mengenakan celana dalam saja, karena kebetulan kali ini
yang memijata adalah anak dari bik Minah, waktu itu aku membiarkan
sarungku tetap menempel pada posisinya. Malu dong sama kalau cuma pakai
celana dalam.
“ Oh iya Mbak, Cream pijatnya ada di meja belajar Mbak, silahkan ambil !!!” ucapku dengan posisi tidur tengkurap.
Tidak lama kemudian tangannya-pun mulai memijat telapak kakiku, lalu
mrnuju kebetis sama persis dengan apa yang dilakukan ibunya ketika
memijat aku. Bik Minah ini memang sudah menjadi langganan keluarga Mas
Danu, jadi aku juga sudah sering pijat dengan Bik Minah, walaupun cara
memijatnya sama, tetapi ada yang berbeda.
Setelah kurasa-rasakan ternyata perbedaanya adalah tangan Bik Minah agak
kasar, dan tangan Anaknya halus. Ditengah nikmatnya di pijat oleh anak
Bik Minah, tiba-tiba dia berucap,
“Eee… Permisi Mas” ucapnya membuyarkan lamunanku yang baru mulai
berkembang sambil benyingkap sarungku lebih tinggi, hingga ke pangkal
pahaku.
Singkat cerita kini pijatannya-pun sudah sampai pada pahaku, sesekali
Atik memijat agak tinggi dan kadang menyentuh pangkal pantatku.
Serrrrrrr rasanya, ada sensasigeli-geli gimana gitu. Ketika itu aku-pun
terus saja memejamkan mata sambil menikmati pijatan dan membayangkan
seandainya bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kepada kami saat
itu.
“Aow… aduh…” ucapku seolah-olah setengah menahan sakit (pada hal akau hanya berpura-pura ),
Aku berpura-pura begitu karena biasanya Bik Minah kalau aku kesakitan
malah terus dicari yang sakit dan dipijat lebih lama. Ternyata memang
benar, Atik juga melakukan hal yang sama tapi karena test tadi aku
ucapkan pada saat dia memijit belakang lututku maka dia sekarang memijit
lebih lama di sana. Wah… bisa kalau gitu pikirku. Kemudian aku-pun
mulai merancang rencana yang lebih jitu,
“Mbak, aku jangan dipijat begitu dong, bagaimana kalau diurut saja pake cream pijat” ucapku sambil tak lupa berpura-pura sakit.
“Baiklah Mas” jawabnya singkat.
Kemudian Atik mengambil cream dan mulai mengurut serius di situ. Lama
cukup dia mengurut di situ terus sekarang sudah mulai menjalar lagi paha
betis sampe telapak kaki pas kembali ke paha dan kali ini agak terlalu
dalem aku langsung berteriak seakan terkena bagian yang sedang sakit,
“yang sakit yang sebelah mana Mas ?” tanyanya.
“Agak keatas sedikit Mbak mijatnya, soalnya situ sakit banget Mbak ” ucapku,
Kemudian sambil memegang tangannya, aku membimbing Atik pada bagian yang
letaknya persis di pangkal paha tengahku, jadi ketika aku dipijat yang
kena adalah buah zakarku. Hal itu sengaja, karena aku ingin mengarahkan
kebagian yang aku inginkan,
“Tolong dikasih cream dong Mbak bagian itu” pintaku,
Ketika dia mengambil cream satu tanganku dengan cepat menyingkap celana
dalamku supaya torpedoku keluar dari celana dalam dengan bebas. Hal itu
bertujuan agar saat tangannya mengoleskan cream, tanganya bisa langsung
terkena ke bijiku. Kemudian aku-pun aku agak sedikit miring agar bijiku
makin leluasa dan makin mudah ketika dipijat
“ Hati-hati ya Mbak, jangan sampai kena celananya nanti malah celana saya kena cream semua” ucapku,
Padahal itu adalah Trikku berpura-pura bingung kalau celana dalamku
terkena cream, padahal itu adalah tujuanku supaya dia membuka lebih
lebar celana dalamku. Kemudian Atik-pun berkata
“Maaf Mas, gimana kalau celana dalamnya dibuka aja, soalnya nanti kalau
kena cream. Ini sudah saya coba menghindari, tapi tetep aja kena cream
Mas, dan Mas pakai sarung saja”ucapnya,
Wah… Kesempatan nih, jujur saja pada saat itu dia mengagetkanku karena
nggak nyangka dia bilang begitu. Aku-pun berdiri dan melepas celana
dalamku kembali pada posisi semula aku tengkurap lalu Atik menyingkap
kembali sarungku hingga ke pantat aku menahan pada posisi agak nunging
supaya makin luas bidang yang bisa dicapai tangan Atik.
Benar juga lama dia mengurut meemas bjiku sampe aku sendiri sudah nggak karuan rasanya konak banget
“Agak bawahan dikit” pintaku,
Lalu Atik-pun memijat makin dalem sampe pangkal batangku kena pegang
diurutnya dengan agak susah karena dari pangkal batang sampe setengah
diurut semua,
“Mas kalau bisa balik badan soalnya susah kalau gini” pintanya,
>>>>>TONTON VIDEONYA DISINI<<<<<
>>>>>TONTON VIDEONYA DISINI<<<<<
Dengan senang hati aku turuti, lalu aku berbalik badan dan Torpedoku
masih tertutup kain sarung dengan merogoh dia pegang lagi posisi yang
sama. Diurut-urut sepertinya aku merasa gayanya seperti setengah ngocok
tapi pikiran dia kayaknya lagi mijit dengan matanya melihat sekeliling
kamar ngelamun kali aku goyangkan pinggul sedikit supaya tanganya
terpeleset ke atas.
Ternyata hal itu berhasil, dan dia lebih banyak ngurut Torpedoku. Sampai
tiga, empat menit berlalu dia kayaknya nggak sadar tapi lama-lama aku
merasa dia bukan mijit atau ngurut melainkan benar-benar ngocok
Torpedoku walau tidak digenggam tapi cukup mantap. Aku sengaja bergerak
sambil sedikit menarik ke atas posisi sarungku sehingga dapat terlihat
sekarang tangannya yang sedang ngocok Torpedoku.
Aku merasa tangannya tidak lagi tertutup sarung dia lihat posisi
tangannya dan saat itu seakan baru sadar dia melihat apa yang selama
beberapa menit ini dipijatnya tapi dia tidak berhenti matanya mulai
ngelirik ke aku. Tanpa expresi dia teruskan mengocok kali ini tangannya
lebih mengenggam jadi aku pastikan dia memang sengaja, jadi dengan
sedikit ragu aku letakkan pada pundaknya saat memijat.
sekarang posisi dia berlutut di samping ranjang jadi kalau aku taruh
tangan ke samping langsung jatuh di pundaknya dan langsung aku geser
turun ke dadanya dan dia diam saja aku remas dadanya jadi aksi remas dan
kocok berjalan terus beberapa menit sampai tiba-tiba kepalanya
ditundukkan rpanya tanpa basa basi lagi dia cium Kabagku terus
dilanjutkan dengan mengulumnya.
Dia sadar bahwa dia dan aku telah sama-sama dikuasai nafsu. maka tanpa
perlu meminta ijin lebih jauh aku coba untuk membuka baju atasnya malah
dia mambantunya sehingga dia telah terbuka dadanya BHnyapun telah dia
lepas dan dadanya yang besar disorongkan kearah mulutku langsung aja aku
hisap putingnya. wow hangat.
Kelapanya lalu direbahkan pada pundakku sehingga kami seperti setengah
bergumul karena kakinya masih di bawah kamipun berciuman hangat lalu aku
bangkt dan mengangkat tubuhnya menaiki ranjang.
“Kamu mijitnya lebih enak dari ibu kamu ya” ucapku ngaco setelah tau dia seperti itu.
“Nggak tau Mas terlanjur kebawa,” dia tak melanjutkan ucap-ucapnya.
Pada saat itu aku sedang asyik menciumi sekitar belakang telinga samping
leher kadang mendenguskan nafas hangat ke telinganya. Dia sudah tampak
merancu dengan desah dan erangannya yang makin membuatku di awang Aku
bangit dan memiringkan tubuhnya kaki kirinya aku letakkan pada pundak
kananku dengan posisi yang agak miring itu aku gesek pada bibir
Vaginanya.
Beberapa saat aku gesek dia mulai mengerang pelan kemudian aku tata
kepala Torpedoku pada gerbang DuFan yang jelas sekali sudah sangat
lembab dan sedikit basar aku coba tekan wah kok sempit tapi beberapa
kali coba akirnya berhasil juga mencapai setengah badan Torpedo amblas
dalam lorong kegelapan, nampaknya di dalam agak kering.
Maklum tumitnya kurus kecil tandanya kalu barangnya cenderung kering
Erangannya walau perlahan masih terus tanpa henti sedari tadi menambah
hangat suasana dan seakan irama lautan teduh terus aja aku goyang sampe
cukup lama sebelum aku akhirnya minta pindah posisi. Sekarang kedua
kakinya aku pangul di kedua sisi pundakku.
Kini ayunanku makin ganas karena posisi yang lebih leluasa dan lorong
kegelapan makin licin rupanya dia telah beberapa kali mengeluarkan
lendir kawin walau bukan orgasme,
“Kamu sekarang nungging yah” perintahku.
Saat Atik nungging aku tekan pundaknya ke kasur dan sisa pantatnya aja
yang nungging dengan sedikit rubah gerak aku masukkan lagi Torpedo
jagurku kali ini lebih sensasional aku pegangan pada pinggulnya yang
cukup gede dan ayunan makin bebas terkendali. Beberapa kali hampir
terlepas tapi karena besarnya Penisku maka agak sulit juga terlepas.
Secara keseluruhannya lelah dengan gaya sex aku rebahan dan aku suruh
dia menaikiku dia naik dengan membelakangi aku pada saat amblasnya
batangku kali ini diiringi dengan nafas tertahannya kali ini mentok abis
Atik diam sesaat sambil merenungi nikmat yang terasa. Aku mulai ambil
inisiatif untuk menggoyang lalu Atikpun ikut bergoyang.
Kali ini putarannya melingkar enak sekali yang aku rasakan lobang yang
sempit hangat dan cenderung kering tiap kali dia berputar pinggul aku
merasa ada sesuatu nabrak kepala Torpedoku pasti mentok dan dia pasti
nggak akan lama untu mencapai titik orgasme demikian pikirku. Benar
saja dugaanku Atik tampak kejang keras sambil mengucapkan ucap-ucap yang
tidak jelas apa maksudnya cukup lama juga seperti itu
“Aaaa...duuuuuuu.......uuuuhhh Mas lemes kakiku rasanya aku nggak kuat lagi gerak” demikian ucapnya.
Aku coba untuk bangun dan menunggingkannya lalu aku hajar lobangnya
dengan lebih keras sampai panas rasanya Torpedoku dan akhirnya aku sudah
hampir nga' bisa lagi menahan. lalu aku cabut dan bilang pada Atik
“Atik kamu menghadap ke sini buka mulut kamu.”
Rupanya Atik mengerti yang aku mau dengan lemas dia berbalik badan dan
membuka mulutnya. Karena ketakutan akan tidak keburu maka aku segera
saja memasukkan Torpedoku dalam mulutnya yang mungil itu dan aku goyang
maju mundur beberapa kali dan keluarlah creeetttt. creeeee.tttt.
creettt.... Aku jatuh kecapaian di sampingnya
“Atik gimana barusan ?” tanyaku memecah keheningan.
“Enak sekali Mas sampe lemes kaki saya udah nggak tau berapa kali
keluar kayaknya berendeng keluarnya”jawab Atik sambil males-malesan
dalam pelukanku.
Dan kamipun tiduran sejenak dalam penat nikmat yang tersisa. Sampai pada
aku terjaga saat merasakan paha kananku ada sesuatu yang merayap aku
coba walau males untuk membuka mataku dan benar-benar terbelalak jadinya
saat tau apa yang menyentuh pahaku. Dia Eka adik ipar kakakku Johnny
aku sangka dia ada di rumah temennya dan yang lebih mengagetkan adalah
dia lihat aku mendekap gadis dan dalam keadaan bugil berdua.
“Angga loe gila ya beraninya nggak ada orang masukin gadis gue bilangin Bang John”ucapnya dengan mata melotot.
“Hei Win denger dulu” ucapku sambil mencoba bangkit dari tidurku saat
itu pula Atik bangun karena dengar suara orang lain di kamar itu dia
berusaha meraih kain seadanya untuk emutupi tubuh bugilnya sambil
bertanya
“Dia siapa Mas ?”
“Dia ini Eka adik ipar kakakku” jawabku pendek.
“Jangan gitu donk masa loe nggak kompak ama gue”j awabku mohon pengertiannya.
“Iya boleh aja gue nggak bilang Abang asal gue boleh lihat loe berdua main sekali lagi gimana ?”tanyanya.
Ach ni anak pikirku pasti gampang dech kalau udah gini paling banter
ntar dia pasti nggak kuat nahan nafsunya sendiri. demikian pikirku.
”Okey Atik yuk kita tunjukkan pada Eka apa yang kita baru kerjakan tadi kita ulang lagi yuk” ajakku
“Mas malu saya nggak bisa”aku rada bangun untuk mencium Atik
”Udah kamu merem aja dan anggap hanya kita berdua dalam kamar ini” ucapku menenangkan.
Dan aku-pun mulai merangsang Atik dengan ciuman lembut sambil tanganku
berusaha meraba bagian-bagian sensitifnya beberapa saat berlalu Atik
mulai terbawa dan mendesar halus. aku rasakan tangan Eka mencoba meraih
batangku dan meremas-remasnya, sesekali mengocoknya hingga siap tempur.
Setelah segalanya siap aku-pun mulai ambil ancang-ancang untuk memasuki
Atik untuk sesi kedua pada saat batangku amblas Atik dan Eka pun seakan
menahan nafas rupanya Eka telah terlarut dalam pemandangan depan
matanya. Permainanku dengan Atik berlangsung beberapa gaya dan tanpa
terasa waktu telah menunjukkan pukul 21.30, saat itu Eka telah
telanjang di samping tubuh Atik yang sedang aku tindih.
lalu tangan kirikupun mulai bergerilya ke dada Eka wah enak sekali aku
pilin putingnya dan diapun mengerang. Sambil terus menggenjot Atik aku
cium juga bibir Eka dan pendek ucap pinggangku ke bawah menghabisi Atik
sedang pinggangku ke atas menyerang Eka . keduanyapun mengerang seru
malam itu makin keras erangan mereka berdua bersahutan makin nafsu aku
dibuatnya terakhir sudah tidak kuat lagi menahan gejolak.
Aku genjot makin keras si Atik dan diapun mengerang panjang sambil
kejang mendekapku. Saat itu kami orgasme bersamaan sedang Eka masih
belum mencapai walau hampir erangan kami berdua membakar nafsunya segera
saja Eka memerintahku untuk menghisap memeknya sampai keluar demikian
perintahnya. Aku-pun langsung memutar badanku untuk mencapai lobang Eka
yang sudah sangat basah tadi.
Tetapi Torpedoku tetap tertanam dalam Atik. Kumainkan lidahku pada gua
vertikalnya dan sesekali pada tombol di atas lobang tersebut sampe Eka
mengejang kejang dan lemas puas. Lima sepuluh menit kami masih rebahan
tumpang tindih sampe aku bangkit dan mencuci peralatanku lalu kukenakan
pakaianku dan kusulut sebatang rokok sambil ngeloyor kejalanan mencari
pak Pardi.
“Pak anaknya Bik Minah nggak usah ditunggu pulangnya dan tolong bilangin
orang rumahnya kalau dia nggak pulang karena disuruh nemenin Eka “
alasanku sengaja aku tidak sebut nama Atik supaya terkesan masih asing
buatku.
Setelah itu aku balik lagi ke rumah dan cuci kaki lalu join bobok
bertiga ntar malem coba aku gerayangi Eka ach kali-kali aja dapet
nyobain rasanya pasti asyik dan berarti pula dalam rumah ini ada
beberapa stok lobang yang bisa dipake bergantian, khan asyik kalau butuh
nggak nunggu lama-lama.
>>>>>TONTON VIDEONYA DISINI<<<<<
>>>>>TONTON VIDEONYA DISINI<<<<<
JUDI BOLA | AGEN BOLA | AGEN POKER | BELI CHIP | TARUHAN BOLA | UANG ASLI | TEBAK SKOR | PREDIKSI TOGEL | PREDIKSI SKOR | JUDI ONLINE | CAPSA SUSUN | POKER | LIVE POKER | HADIAH Iphone7



